Masa yang serba digital ini, semua serba dimudahkan bagi proses belajar-mengajar anak selama di sekolah. Tak jarang orang tua memiliki anak yang mengalami kesulitan dalam hal belajar ataupun orang tua yang harus mulai beradaptasi dengan sistem pembelajaran baru. Itu tak sepenuhnya salah dari orang tua ataupun anak tersebut. Karena dalam prosesnya anak-anak memang sedang transisi untuk melakukan proses belajar-mengajar bersama keluarga di rumah. Orang tua perlu memiliki cara khusus untuk membantu anak dalam masa transisi tersebut. Berikut adalah beberapa cara menemani anak-anak belajar di rumah :
- Tempat belajar dan Lama waktu belajar
Supaya anak-anak semangat belajar, orang tua perlu menentukan tempat belajar dan lama waktu belajar anak. Perhatikan suasana belajar, suhu ruangan yang pas, dan ruangan yang jauh dari benda-benda yang bisa mengalihkan perhatian anak, seperti televisi, game konsoler, dan lain-lain. Anak-anak umumnya dapat berkonsentrasi penuh dalam 10-30 menit. Agar anak-anak tidak bosan, berikan waktu istirahat setelah belajar.

Orang tua perlu mempelajari gaya belajar anak-anak. Umumnya ada beberapa gaya belajar yang biasa dilakukan anak-anak, seperti :
Anak yang memiliki gaya belajar visual memiliki kemampuan tinggi dalam mengeja, suka membaca, melakukan observasi, serta menggunakan gambar dalam mengingat sesuatu.
Anak tipe auditori mudah terganggu dengan suara saat belajar, suka membaca buku dengan bersuara atau bergumam, serta lebih mudah mengingat sesuatu yang disajikan dalam bentuk langkah berurutan.
Anak tipe kinestetik akan terlihat gelisah saat belajar, seperti menggerakan kaki atau memutar-mutar pensil. Karena dengan cara tersebut, mereka akan lebih mudah mengingat apa yang sudah mereka kerjakan. (Sumber: sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id)
Si Kecil juga belum memiliki tingkat kemandirian yang tinggi untuk belajar dengan sendirinya tanpa diperintah. Itulah mengapa ibu perlu menemani Si Kecil belajar di rumah. Walaupun kelihatannya sederhana, nyatanya kegiatan ini dapat menjadi dukungan yang sangat besar bagi Si Kecil dalam belajar. (sumber: Halodoc)

Dalam mendampingi si kecil orang tua juga perlu mengendalikan sikapnya, dengan tidak melakukan pemaksaan dan lebih mengedepankan motivasi dengan target dan kasih sayang. Seperti menjadikan waktu istirahat sebagai target hadiah setelah belajar selama 30 menit.
Dengan adanya orang tua dalam peran belajar mulai sejak kecil, anak akan cenderung merasa lebih diperhatikan dan orang tua bisa langsung memberikan pengarahan untuk lebih memahami pelajaran yang ada di sekolah, dan lebih bisa mengarahkan karakteristik si kecil ke hal yang lebih baik sehingga dengan karakteristik yang baik, anak akan lebih mudah untuk meraih sebuah prestasi.
Ketika melakukan poses belajar-mengajar, orang tua juga perlu untuk fokus dan meninggalkan kesibukan dalam gadget sejenak. Karena hal itu juga mempengaruhi pemikiran dan fokus si kecil. Hindari Mengerjakan tugas anak dengan begitu si kecil akan lebih mengerti mengenai konsekuensi dan tanggung jawab.
Menurut US Departement of education, ketika orang tua terlibat dengan tugas sekolah anak, ada peningkatan komunikasi dalam hal sekolah dan keluarga. Dengan menemani anak belajar di rumah, orang tua dapat memahami apa yang dipelajari oleh anak di sekolah dan kesulitan yang mereka hadapi selama ini.
Setelah memahami apa yang bisa dilakukan seperti memperhatikan perilaku ketika mengajar si kecil di rumah, memperhatikan gaya belajar si kecil, dan menentukan tempat, suasana dan waktu belajar anak dapat dipastikan Orang tua bisa lebih mengembangkan pengajarannya terhadap si kecil sehingga anak bisa lebih berprestasi.
Sebenarnya, hal-hal tersebut merupakan bagian sehari-hari dari menjadi orang tua namun tak semua orang tua melakukan hal tersebut dengan baik dan benar sehingga membuat si kecil tidak bisa berprestasi. Walaupun kelihatannya sederhana, nyatanya kegiatan ini dapat menjadi dukungan yang sangat besar bagi Si Kecil dalam belajar. Bahkan moms bisa sekalian mengajari Si Kecil sehingga ia bisa lebih mengerti pelajaran. Ketika moms lebih mengerti apa yang menjadi kesulitan si kecil, si kecil akan lebih mudah untuk mendapatkan bantuan secara efektif. Dengan demikian si kecil mudah untuk mendapatkan prestasi dari kegiatan belajar-mengajar yang efisien..